
KEPRINEWS – Kondisi cuaca di wilayah Tanjungpinang dan Bintan masih akan diguyur hujan hingga tahun baru Januari 2024 mendatang.
Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kota Tanjungpinang, Arifah mengatakan, bahwa wilayah Tanjungpinang dan Bintan akan diguyur hujan ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hari.
“Tapi ketika pada tanggal 27 Desember, 28 Desember dan 2 Januari, 3 hari tersebut diperkirakan intensitas hujan akan lebih tinggi dibandingkan hari lain untuk 7 hari kedepan,” kata Arifah, Rabu (27/12/2023) pada media ini.
Namun dipastikannya, para wisatawan masih bisa melaksanakan liburan akhir tahunnya di berbagai destinasi wisata d Tanjungpinang, sebab kondisi cuaca tersebut masih tergolong normal.
“Aktivitas liburan masih bisa dilakukan, sebab meski terjadi hujan masih bersifat lokal dan normal,” tuturnya.
Dijelaskannya, untuk ketinggian gelombang laut pada 28 Desember 2023 hingga tanggal 2 Januari 2024 di wilayah Tanjungpinang-Bintan masih tergolong normal berkisar 0,5 – 1,5 meter.
Namun, ia menghimbau agar masyarakat yang beraktivitas di laut Anambas dan Natuna maupun yang tinggal di daerah pesisirnya agar dapat meningkatkan waspada terhadap gelombang laut yang cukup tinggi, yakni berkisar 1 – 4 meter.
“Namun, pada tanggal 1 dan 2 Januari 2024 sudah mulai turun berkisar 1 – 3 meter, kepada masyarakat untuk yang beraktivitas ataupun yang tinggal di sekitaran pesisir untuk berhati-hati,” imbaunya.
Lanjutnya, untuk kecepatan angin masih normal sekitar 5 – 30 meter per jam. Namun, ketika adanya awan kolomonimbus atau dalam kondisi hujan, kecepatan angin dapat meningkat.
“Secara umum angin di Tanjungpinang dan Bintan masih normal, namun jika terjadi hujan maka angin bisa meningkat di daerah terdampak,” tuturnya.
BMKG juga memperkirakan fenomena banjir rob akan terjadi pada 27 hingga 31 Desember 2023 ini diwilayah Tanjung Uban, hal tersebut dipicu karena adanya bulan purnama.
Meski banjir rob hanya diperkirakan terjadi di Uban, namun pihaknya kembali menghimbau agar masyarakat yang tinggal di daerah pesisir Tanjungpinang dapat lebih waspada terhadap fenomena banjir rob yang sewaktu-waktu dapat terjadi saat ketinggian laut mulai naik.
“Perkiraan kita memang hanya terjadi di Tanjung Uban, karena perairan sana lebih terbuka. Namun, kami harap masyarakat dapat mengupdate kondisi cuaca terkini terkait cuaca,” pungkasnya. (un)