
KEPRINEWS – Klenteng Sun Te Kong di Senggarang, merupakan wisata religi di Kota Tanjungpinang, yang banyak digemari para wisatawan.
Kononnya, klenteng berumur 300 tahun ini menjadi tempat berkumpulnya warga Tionghoa sebelum menyebar ke seluruh Kepri, hingga ke daerah lainnya.
Sejarah panjang ini membuktikan, bahwa warga Tionghoa sejak 300 tahun lalu, datang ke Tanjungpinang dan telah berbaur dengan warga setempat.
Bahkan, hingga kini keberadaan klenteng ini, kerap dijadikan tempat wisata favorit bagi masyarakat lokal maupun wisatawan luar daerah. Bahkan menjadi lokasi wisata pilihan masyarakat saat libur.
Salah seorang pengunjung Klenteng Sun Te Kong, ketika diwawancarai keprinews.co, Rabu (23/10/2024), sebut sering berkunjung di lokasi ini untuk bersantai di taman, sembari menikmati ombak dan angin, sebab lokasi klenteng di pesisir laut.
“Saya berdomisii di Senggarang. Setiap hari libur, kalaun tidak ada kegiatan penting, seperti pada hari Minggu, maka kami sekeluarga menghabiskan waktu libur di tempat ini. Lokasi ini sudah menjadi favorit saya,” kata Ridwan.
Seirama dengan itu, Sarti, pekerja di objek wisata tersebut, menambahkan, lokasi wisata klenteng Sun Te Kong, selalu dikunjungi warga. Menurutnya, meski suasana keramaian pengunjung tak seramai dulu, namun klenteng ini tetap menjadi idola bagi sejumlah warga lokal dan wisatawan.
“Setiap hari libur, lokasi ini selalu ramai. Kalau hari biasa, memang kadang agak sepi,” ucapnya.
Para pengujung juga bisa menikmati dagangan para pedagang kaki lima, yang ikut meramaikan suasana klenteng saat lokasi wisata sedang ramai.
“Tempat ini juga ada taman, jadi banyak pengunjung yang bersantai duduk di taman. Sambil menikmati jajanan dari pelaku UMKM,” pungkasnya. (un)