
KEPRINEWS – Di era digitalisasi yang semakin berkembang, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu bersaing dalam sektornya masing-masing, termasuk dalam dunia programer.
Dalam hal ini, Pemerintah Indonesia telah merancang kebijakan pembelajaran coding untuk kurikulum pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Langkah ini diwacanakan pemerintah untuk mempersiapkan generasi muda di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi, sehingga mampu bersaing di pasar global.
Kebijakan tersebut turut diapresiasi oleh seorang guru, Raja Kamaria yang juga sebagai Wakil Kepala SMPN 17 Tanjungpinang. Ia menyebut, pembelajaran coding merupakan langkah positif untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Di era digitalisasi saat ini, teknologi mungkin sudah tidak asing lagi bagi anak-anak kecil. Hanya saja kita sebagai orangtua dan guru harus bisa mengawasi dan mengarahkan mereka, kebijakan ini sangat baik untuk menghadapi perkembangan zaman,” kata Raja Kamaria, Rabu (4/12/2024) pada KEPRINEWS.co.
Apalagi, lanjutnya, pengaruh gadget terhadap anak-anak sangat luas, dan kebanyakan dari mereka sudah memiliki ketrampilan dasar dalam memanfaatkan teknologi.
Oleh karena itu, di era digitalisasi yang semakin berkembang pesat saat ini, bidang programer sangat menunjang penuh dalam perkembangan dunia modern.
“Jangankan sejak dini, saya sebagai guru yang sudah mau pensiun juga wajib mempelajari sistem digital yang update saat ini. Terlebih bagi anak-anak kita, pembelajaran coding sejak dini akan membiasakan mereka memanfaatkan teknologi ke arah positif,” ungkapnya.
Raja Kamaria juga menekankan bahwa teknologi tidak hanya menjadi alat bantu pembelajaran, tetapi juga dapat menjadi sumber informasi yang luas. Ia percaya bahwa pembelajaran tidak hanya bergantung pada guru atau lingkungan, tetapi juga teknologi yang menyediakan akses ke berbagai pengetahuan.
Rencana ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, tidak hanya bagi siswa, tetapi juga bagi tenaga pendidik untuk terus berkembang dalam menghadapi tantangan zaman.
“Selagi teknologi digunakan secara positif, hasilnya pasti baik. Saya pun berkomitmen untuk terus belajar mengikuti perkembangan teknologi agar tetap relevan dengan kebutuhan pendidikan,” pungkasnya. (un)