
KEPRINEWS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Narkotika Tanjungpinang, Bejo, Rabu (4/12), secara langsung pantau proses pemeliharaan tanaman sawi dan kangkung yang menjadi bagian dari program ketahanan pangan.
Program ini merupakan implementasi arahan dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberdayakan warga binaan.
Kalapas pastikan bahwa pemeliharaan tanaman dilakukan dengan baik sesuai standar budidaya.
“Program ini tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga memberikan pembekalan keterampilan kepada warga binaan agar dapat bermanfaat saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen agar sesuai dengan waktu yang telah direncanakan.
Selain memantau tanaman, Bejo juga tinjau perkembangan budidaya ikan air tawar, berupa lele yang sedang dikelola oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Ia mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai dalam pengelolaan kolam ikan dan memastikan bahwa setiap tahap budidaya dilakukan secara terencana. Diharapkan, ikan lele tersebut dapat dipanen tepat waktu untuk mendukung kebutuhan pangan.
Program ketahanan pangan ini merupakan upaya berkelanjutan Lapas Narkotika Tanjungpinang dalam memanfaatkan lahan yang ada untuk bercocok tanam dan budidaya ikan.
selanjutnya, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pembinaan yang produktif dan edukatif bagi warga binaan.
“Keberhasilan program ini akan menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berinovasi dalam memberdayakan warga binaan sekaligus mendukung program nasional di bidang ketahanan pangan,” tambah Kalapas di akhir kunjungannya. (ris)