
KEPRINEWS – Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) memprediksi puncak arus mudik pergerakan penumpang akan terjadi mulai 27 Maret 2025, sementara puncak arus balik pada 7 April 2025.
General Manager RHF, Agung Brahmantyo menjelaskan, bahwa prediksi jumlah penumpang pada 27 Maret diperkirakan mencapai 905 orang, dan 7 jumlah penumpang pada 7 April sekitar 650 orang.
Sementara itu, untuk total pergerakan penumpang selama periode Lebaran ini diperkirakan mencapai 14.491 orang.
“Angka ini menurun 19,42% dibandingkan angkutan lebaran periode tahun 2024, dan jauh lebih rendah dibandingkan tahun 2019 yakni 34,25%,” kata Agung, Jumat (22/3/2025).
Dari segi operasional penerbangan, jumlah pergerakan pesawat selama periode ini diperkirakan mencapai 180 penerbangan, angka ini mengalami penurunan sebesar 24,05% dibandingkan dengan tahun sebelumnya, serta turun 29,96% dibandingkan dengan tahun 2019.
Dalam rangka memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2025, Bandara RHF Tanjungpinang telah melakukan berbagai persiapan untuk memberikan layanan prima kepada para pemudik.
Menurut Agung, bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai fasilitas dan layanan untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para pemudik.
“Kami telah menyiapkan fasilitas self check-in, layanan bagasi yang lebih cepat, dan fasilitas lainnya untuk memastikan kenyamanan para pemudik,” kata Agung.
Selain itu, pihak Bandara RHF juga telah melakukan kerja sama dengan berbagai maskapai penerbangan untuk memastikan bahwa semua penerbangan berjalan dengan lancar dan aman.
Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, pihak Bandara RHF optimistis dapat memberikan layanan prima kepada para pemudik dan memastikan bahwa arus mudik dan balik Lebaran 2025 berjalan dengan lancar dan aman.
“Seluruh fasilitas dan operasional penerbangan telah dipersiapkan dengan baik, sehingga pergerakan arus mudik dapat berjalan lancar dan tanpa hambatan,” pungkasnya. (un)