
KEPRINEWS – Di tengah gempuran era digital yang membuat banyak orang lebih memilih membeli pakaian jadi secara online, penjahit di Tanjungpinang tetap eksis dan bertahan.
Ridwan, seorang penjahit di Tanjungpinang, mengatakan bahwa meskipun tren belanja pakaian online meningkat, namun masih ada banyak orang yang menghargai pakaian buatan tangan yang pas di badan dan nyaman dikenakan.
“Kami tetap memiliki pelanggan setia yang datang untuk mendapatkan jahitan yang nyaman untuk mereka kenakan,” kata Ridwan, Senin (17/3/2025).
Apalagi, menjelang hari raya Idul Fitri tren beli baju baru kian meningkat, sehingga cukup banyak masyarakat yang berbondong-bondong ke pusat perbelanjaan untuk membeli pakaian Lebaran.
Tak sedikit pula sebagian masyarakat memilih untuk membuat baju baru pesanan ke penjahit lokal, yang dipesan sesuai dengan motif keinginan mereka.
“Jelang Lebaran memang ada peningkatan pembuatan baju baru, paling banyak biasanya baju adat Melayu. Dan untuk momen Lebaran ini sudah ada beberapa yang selesai,” jelasnya.
Menurutnya, seorang penjahit tetap memiliki keunggulan dibandingkan dengan membeli pakaian jadi secara online, yaitu dapat membuat pakaian yang sesuai dengan keinginan dan ukuran tubuh pelanggan.
Selain itu, para penjahit juga menawarkan kemampuan untuk membuat pakaian yang unik dan eksklusif, mulai dari desain, warna maupun bahan.
“Memang banyak juga setelah beli pakaian online, ada ukuran yang tidak sesuai sehingga harus dipermak lagi. Bahkan ada juga beberapa yang datang untuk menambah beberapa desain ekslusif,” imbuhnya.
Tak hanya itu, para penjahit di Tanjungpinang juga tetap menjaga kualitas pakaian buatan mereka, dan tentunya nyaman dikenakan pelanggan. (un)