
KEPRINEWS – Salah satu kedai yang menjual sejumlah merek beras di Batu 9, kepada keprinews.co, mengakui bahwa sudah banyak kali menerima komplain terkait sejumlah merk beras yang dijual.
“Hari ini saya sudah dua konsumen kami yang komplain beras merk Horas. Kata pembeli awalnya dibeli berasnya bagus, semalam pas dibeli rasanya lain, teksturnya berbeda dan lebih parah dari beras Bulog. Tadi dibalikin 8 kilogram (kg) dari 10 kg semalam yang dibeli,” ucap pemilik kedai, Minggu (16/3).
Dikatakannya, ada sejumlah merk dibeli dari gudang Batu 7 Tanjungpinang. Sebagian merk itu melalui sales beras yang gudangnya di Batam.
Salah satu warga Batu 9, Perum Gesya Gurindam N Aseng, yang komplain soal beras merk Horas, mengatakan, merasa dirugikan. Dibeli dengan harga premiun tapi berasnya beruba tidak layak untuk di makan.
“Tadi saya komplain di kedai batu 9, tapi mereka bilang beras itu utuh sebagaimana yang diterima dari supplier. Pihak kedai katanya sudah komplain juga ke pihak sales yang menawarkan beras tersebut. Mereka punya keterbatasa, tinggal aparat penegak hukum yang harus melakukan tindak lanjut, dan usut masalah oplosan beras,” tuturnya.
Dikatakannya, keluhan yang sama terjadi pada ibu-ibu rumah tangga di perumahannya, rata-rata mengungkapkan peredaran beras premium oplosan yang jarang tersentuh hukum dan saat ini mendominasi pasar, merugikan dan membuat kesal para emak-emak.
Menyoal komoditas beras menyangkut hajat hidup orang banyak, merupakan kebutuhan pangan pokok bagi mayoritas masyarakat.
Kekesalan masyarakat mengenai peredaran beras oplosan menjadi topik pembicaraan para kaum ibu di perumahan Gesya. (jer)