
KEPRINEWS – Hujan seharian yang mengguyur Kota Tanjungpinang sejak Jum’at (10/1/2025) menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir.
Fenomena banjir ini turut melanda pemukiman warga, membuat warga di 10 titik lokasi terdampak banjir sempat dievakuasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang.
Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin menjelaskan, memang terdapat titik lokasi banjir terparah yakni di Perumahan Puspandari Km.13, sebanyak 30 warga terpaksa mengungsi.
Sementara di kawasan Sri Katon kita mengevakuasi sebanyak 9 warga terdampak banjir menggunakan perahu karet.
Sejumlah titik lokasi lainnya, seperti Patung Gajah Km.8, Perumahan Jalan Radar, dan Dompak, tinggi air di beberapa titik bahkan mencapai setinggi dada hingga sepaha orang dewasa.
Warga terdampak banjir terpaksa harus mengungsi sementara ke masjid terdekat atau ke rumah keluarga, proses evakuasi juga turut dibantu oleh tim Basarnas dan instansi lainnya.
Terpantau di lokasi, hingga saat ini sejumlah titik lokasi masih terendam air akibat hujan yang tak kunjung reda.
Meski demikian, berdasarkan informasi terbaru dari BPBD pada Minggu (12/1/2025), bahwa seluruh warga yang mengungsi telah kembali ke rumahnya masing.
“Dengan berkurangnya curah hujan, warga sudah di rumahnya. Semoga tidak ada lagi banjir,” ucapnya Yamin, pada Keprinews.co.
Dalam hal ini, BPBD mengumbau masyarakat agar selalu waspada dan melaporkan jika ada kondisi darurat.
“Kami terus siaga, jika ada kondisi yang perlu dibantu langsung laporkan. Kami juga akan terus memantau situasi di lapangan,” pungkasnya. (un)